MENJAGA MOTIVASI ATLET

Kegagalan pembinaan ada ditangan anda sebagai pelatih

Bagi banyak pelatih tim elit, tantangan terbesar dalam mengembangkan atlet muda terbaik bukanlah meningkatkan prestasi atlet, melainkan menemukan anak-anak berbakat yang berhasil melepaskan diri dari kejenuhan dalam aktifitas olahraga. Menjaga Lionel Messi atau Michael Phelps mampu mempertahankan motivasi  dari usia 7 hingga 17 (sekarang sudah jelas karena nilainya besar) adalah sesuatu yang sulit dan akan menjadi sulit jika tidak belajar dari pengalaman.  Pelatih sangatlah butuh bekal bagaimana dia mampu menguasai spikologis atlet sehingga dia tetap bertahan sampai puncak prestasi.

Mungkin jika Anda seorang pelatih yang telah memiliki pengalaman panjang sering mengatakan sebuah penyesalan pada atlet Anda yang berhenti di tengah jalan …. “Coba kalau si A tidak berhenti, mungkin dia hari ini sudah menjadi juara/ pemecah record saya yakin ….” Anda menyesali sesuatu yang sudah terjadi tapi Anda tidak menyadari tentang bagaimana menjaga motivasi atlet muda sampai pada tujuan menjadikan atlet elite (legend). Yang sering terjadi adalah putus dari awal atau ditengah jalan.

Para atlet elite bukan hanya dilahirkan dari bakatnya saja tetapi mereka terlahir karena latihan yang berulang ulang dengan tetap termotivasi . Michael Phelps menyatakan bahwa otot sayap yang dia miliki adalah hasil dari jutaan kali repetisi latihan bukan bakat yang dia bawa sejak lahir. Istilah dalam dunia psikologi menyatakan bawa “roma tidak dibangun dalam satu hari”. Perlu waktu puluhan tahun dan pengorbanan yang sangat besar.

Kebosanan dan berhenti latihan ditengah jalan  tidak akan pernah terjadi jika Anda menguasai pelatihan mental karena semua akibat gangguan mental untuk menjadi juara… terlebih yang terpenting adalah motivasi bagaimana Anda mampu manjaga motivasi atlet mencapai puncak prestasi. Anda harus mampu mengetahui dan menguasai hingga mahir dalam memainkan mental atlet Anda.

Menurut sebuah studi tahun 2004 oleh Michigan State’s Institute For The Study Of Youth Sport , berikut adalah sepuluh alasan utama mengapa anak laki-laki dan perempuan berhenti dari olahraga:

Anak laki-laki

  1. Saya tidak lagi tertarik.
  2. Tidak menyenangkan lagi.
  3. Olahraga memakan banyak waktu
  4. Pelatih memainkan favorit.
  5. Pelatihnya adalah guru yang buruk.
  6. Saya lelah bermain.
  7. Terlalu banyak penekanan pada kemenangan.
  8. Saya ingin berpartisipasi dalam aktivitas non-olahraga lainnya.
  9. Saya membutuhkan lebih banyak waktu untuk belajar.
  10. Terlalu banyak tekanan.

Anak perempuan.

  1. Saya tidak lagi tertarik.
  2. Tidak menyenangkan lagi.
  3. Saya membutuhkan lebih banyak waktu untuk belajar.
  4. Terlalu banyak tekanan
  5. Pelatihnya adalah guru yang buruk.
  6. Saya ingin berpartisipasi dalam kegiatan non-olahraga lainnya.
  7. Olahraga memakan banyak waktu.
  8. Pelatih memainkan favorit.
  9. Saya lelah bermain.
  10. Permainan dan latihan dijadwalkan ketika saya tidak bisa hadir.

Membandingkan daftar, ketika seorang atlet muda kehilangan minat dan tidak bersenang-senang, (sebagian karena pelatih menerapkan terlalu banyak tekanan atau mereka adalah guru yang buruk), itu mungkin besar para atlet belum tuntas mengenal TNS. (tujuan – nilai – keselarasan norma ) karena pola pikir internal mereka berdasarkan konsep pencapaian tujuan saja.

Faktanya, dalam studi tahun ini terhadap 167 pemain sepak bola klub junior di Inggris, Andrew Hill, ilmuwan olahraga di Universitas Leeds, menemukan bahwa seperempat anak laki-laki mengalami gejala kelelahan.

“Apa yang kami lihat di antara para atlet yang menunjukkan gejala kelelahan adalah kelelahan emosional dan fisik, perasaan bahwa mereka tidak berprestasi dan perasaan devaluasi olahraga. Meskipun mereka awalnya menikmati olahraga mereka dan secara emosional terlibat di dalamnya, mereka akhirnya menjadi tidak terpengaruh. Partisipasi bisa sangat menegangkan, ”kata Dr. Hill.

Namun, hasil menunjukkan bahwa para pemain yang mengaku lebih takut membuat kesalahan di depan orang lain (pola pikir Performa / Ego) juga jauh lebih mungkin menderita kelelahan dibandingkan pemain yang didorong oleh standar tinggi mereka sendiri (Penguasaan / Pola pikir tugas).

“Perfeksionisme dapat menjadi kekuatan energi yang kuat tetapi juga dapat membawa kerugian yang signifikan bagi para atlet ketika keadaan tidak berjalan dengan baik,” komentar Dr. Hill. “Perfeksionis terjebak dalam siklus yang menghancurkan diri sendiri. Mereka terlalu bergantung pada pencapaian pribadi sebagai cara untuk membangun rasa harga diri tetapi selalu tidak puas dengan upaya mereka. Bahkan kesuksesan bisa menjadi masalah karena mereka menjadi lebih menuntut sampai mereka pasti mengalami kegagalan. “

Penelitiannya muncul di Journal of Sport and Exercise Psychology .

Seorang Pembina dapat memiliki dampak yang signifikan dalam memotivasi pembelajaran berdasarkan jenis lingkungan yang mereka ciptakan, lingkungan yang memberi penghargaan kepada pemain untuk peningkatan diri sendiri atau yang menghargai peningkatan dibandingkan dengan yang lain. Tahun lalu, peneliti Prancis mensurvei 309 pemain bola tangan elit muda tentang empat hal, persepsi mereka tentang lingkungan motivasi pelatih mereka, kompetensi yang mereka rasakan sendiri, jenis motivasi belajar mereka dan gejala kelelahan.

Mereka menyimpulkan bahwa “atlet muda berbakat yang memahami iklim yang melibatkan ego memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala kelelahan di akhir musim. Sebaliknya, pemain yang merasakan iklim yang melibatkan tugas tinggi memiliki skor kelelahan yang lebih rendah saat musim berakhir. “

Kesimpulan :

Sekali lagi, hubungan pelatih-atlet menjadi penting untuk pengembangan potensi dan penampilan elit. Semakin banyak data yang dapat ditangkap dan dianalisis relatif terhadap pelatihan, semakin baik petunjuk halus kelelahan dapat dideteksi. Anda sebagai Pelatih harus memiliki data mental (prilaku) atletnya sehingga Anda akan menguasai keterampilan :

  1. Pemberian beban latihan yang pas
  2. Pemberian hukuman atau hadiah pada waktu dan individu yang pas
  3. Pemberian Variasi latihan yang menyenangkan
  4. Jadwal latihan dan materi sesi latihan yang terbuka
  5. Pemberian pengetahuan fungsi dan effek dari latihan
  6. Penjelasan jenjang karier dalam dunia olahraga
  7. Pengetahuan tentang sebab akibat cedera (menghidari cedera latihan)
  8. Jadwal kompetisi atau evaluasi untuk mendapatkan hasil
  9. Silahkan isi oleh Anda sendiri yang menjadi pengalaman Anda.

Saya akan membantu Anda bagaimana atlet Anda untuk tetap termotivasi sampai merekan menjadi atlet elite dengan tujuan menjadi legend dalam dunia olahraga hub saya di No. WA. 08122001582. Tetap semangat jaga motivasi Anda samapi Anda mampu menghasilkan atlet elite.

Jika Anda menemukan mesi muda dan ronaldo muda mampu kah Anda menjaga motivasi mereka hingga sampai menjadi atlet elite… bisa jadi Anda telah menemukannya namun Anda belum mampu menjaga motivasinya sehingga mereka berhenti di tengah jalan dan Anda menyesal di kemudian hari. Untuk menjadikan atlet handal maka jangan sekali kali Anda menyalahkan atlet karena atlet hanya sebuah bahan atau media dalam berkarya, jika Anda seorang seniman Anda harus mampu mendeteksi apakah bahan yang Anda dapatkan  (kayu. Batu, besi, kertas, kanvas dll) sehingga Anda akan pas membentuk media itu menjadi hasil karya yang spektakuler dan menilai tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X