ALAM SEMESTA ADALAH CINTA ILLAHI

*Pertanyaan terpenting yang dapat kita tanyakan adalah, apakah Semesta tempat yang bersahabat?

– Albert Einstein*

Jika jawaban Anda bersahabat mengapa Anda merasa gelisah dalam hidup Anda padahal alam semesta ini adalah cinta,

Kita diajari dalam Al-Qur’an dan ajaran Nabi Muhammad ﷺ bahwa sifat dasar Tuhan, yang dikenal sebagai  Asma ul-Husna atau 99 Nama Tuhan, pada dasarnya positif, penuh kasih dan murah hati.

Dalam Islam, Allah SWT digambarkan sebagai Yang Maha Penuh Kasih, Maha Penyayang, Maha Baik, Maha Pengampun, Maha Sabar, Maha Penyayang, Maha Pemurah, Cahaya, Damai, Cantik dan sebagainya.

Oleh karena itu, sangatlah penting bagi orang beriman untuk merefleksikan pemahaman ini dalam sistem keyakinannya dan menegaskan dengan pikiran dan perasaan, dengan pikiran dan hati bahwa Semesta adalah Cinta dan berdasarkan pada kebajikan dan pemeliharaan.

Karena Nabi saw ﷺ diajarkan dalam Hadits Qudsi bahwa Tuhan telah menyatakan, “Aku untuk hamba-Ku sesuai dengan harapan mereka kepada-Ku.” (prasangka KU sebagaimana prasangka hamba KU)

Hanya kecenderungan negatif dari ego dan pikiran yang berdasarkan pada ketakutan yang cenderung berfokus pada kekurangan, kelangkaan, ketakutan dan perpisahan. Namun dengan secara konsisten mengingat dan secara sadar menegaskan bahwa Semesta adalah Cinta, kita bergeser dari kesadaran berbasis ego yang tidak sehat dan tidak produktif ke keadaan kesadaran yang penuh kasih dan damai yang berakar dan berbasis di hati dan jiwa.

Dengan benar-benar menyadari dan melihat bahwa kita sebenarnya dikelilingi oleh Cahaya dan Cinta, dengan menyadari Hadirat Ilahi Tuhan yang ada, dengan belajar menarik napas dalam rasa syukur, kerendahan hati, kesadaran dan rahmat, kita mendukung kesehatan. jiwa kita dan evolusi roh kita.

Karena Tuhan itu Baik, Semesta adalah Cinta dan hanya desakan ego manusia yang mengharuskan sebaliknya. Jika kita hanya  berserah diri , percaya dan mengandalkan Tuhan, kita akan menemukan diri kita dengan lembut dibawa kembali ke Taman Kasih Karunia, keridhaan Tuhan Yang Maha Tinggi, dan kesuksesan serta kedamaian di dunia ini dan di masa depan.

Untuk kesuksesan ilahi, kekal dan absolut Anda.

Guru Agung Khawajagan abad ke-12, Syekh Abdul-Khaliq al-Ghujdawani  (qs) menyatakan bahwa pilar pertama dari jalan spiritual adalah  pernapasan secara sadar , dan mengajarkan bahwa napas manusia adalah suci dan secara langsung menghubungkan seseorang dengan Hadirat Ilahi Tuhan.

Melalui pernapasan yang rileks, sadar, dan penuh perhatian, kita tidak hanya memperdalam latihan spiritual dan hubungan kita dengan Tuhan, tetapi juga meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan kita secara keseluruhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X