SENI PELATIHAN MENTAL

Anda harus belajar bagaimana menggunakan Energi. Anda harus menjadi seperti pembunuh yang tersenyum, dan biarkan saluran energi membantu tekad Anda. Jika Anda kehilangan kendali terhadap energi, lawan Anda akan menang. Kendalikan energi anda menuju kemenangan , membunuh atau terbunuh energi negatif " 

Seorang pembunuh yang professional tidak pernah meninggalkan jejak, tanpa alasan, tanpa apapun terlihat dalam dirinya bahwa dia adalah pembunuhnya, seorang atlet yang professional harus mampu membunuh juataan alasan yang menyebabkan mental tandingnya kalah sehingga dia tidak terlihat terpengaru oleh alasan apapaun untuk kalah dia selalu menang karena dia bunuh semua alasan yang menyebabkan dia kalah.

Didalam team dia mampu menjadikan teamnya sebagai pemangsa hebat tanpa harus dia berkata kata hanya dengan mata dan Bahasa tubuhnya, berbicara tentang mental tanding maka andaharus memiliki raja tega unutk menjadi pembunuh yang professioanal membunuh alasan yang menyebabkan kekalahan. Karena apabila di biarkan akan seperti virus yang tidak saja menyerang pada andatapi kepada seluruh team kita.

Pembunuhan yang andalakukan adalah dengan cara tidak menganggapnya ancaman atau pikiran kepada kita, lupakan dan jadikan sebuah energi yang mengalir positif menuju kemenangan, seperti andamenonton sebuah iklan atau promosi jika andatidak tertarik jangan sekali kali melihatnya lebih detail atau bahkan menanyakannya selebihnya apalagi membelinya jika itu tidak bermanfaat untuk kita, biarkan dan lupakan.

Proses Mental

Selamat datang di seni pelatihan mental Olahraga,  kesuksesan dalam penampilan olahraga adalah kesuksesan anda mengelola mental. Syarat mutlak Seorang juara harus memiliki mental juara, kehebatan fisik anda dan sehebat apa pelatih fisik anda, kehebatan Teknik dan taktik anda dan sehebat apapun pelatihnya maka tidak akan berarti apa apa jika atletnya tidak memiliki mental juara.

Mental adalah urusannya dengan hati, niat, perasaan yang semuanya akan dikirimkan pada pikiran andauntuk diwujudkannya dalam sebuah action/aksi, semua konsep yang tertanam dalam pikiran andaakan dikeluarkan sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh hati kita, misalnya ketika andamelihat genangan oli atau air perasaan andaakan terjatuh jika menginjaknya maka andapun akan terjatuh.

Logika adalah kemampuan seseorang untuk menanalisa secara logis  dan realita tidak sekedar angan angan dan mimpi belaka, biasanya tipikalnya adalah cenderung jenius logika lebih cenderung mengunakan IQ daripada EQ. logika muncul adalah berdasarkan pengalaman atas perjalanan hidupnya berdasarkan Analisa kemampunan berfikirnya. Sedangkan perasaan muncul untuk mengammankan diri baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain, orang yang bermain perasaan harus di akui bahwa kepekaan terhadap objek sangat luar biasa sehingga Analisa terhadap objeknya sangat luar biasa, misalnya kitika melihat genangan air atau dia memiliki Analisa licin dan akan terjatuh mungkin ini akan semangkin kuat karena dia pernah mengalami pengalaman terjatuh dan menyakitkan namun dia tidak mencari cara bagaimana caranya tidak terjatuh.

Cara logika akan bekerja dengan cara yang benar, membela yang benar, memilih yang baik demi kebaikan, kebijaksaan yang andil yang tentunya dengan tujuan kebahagian anda dan orang lain dalam waktu yang Panjang, sedangkan perasaan digunakan untuk membangun hubungan, membantu yang lemah, berdasarkan naluri kemanusiaan, menjauhkan dirinya pada rasa kejam dan bengis.

Mana yang akan anda pergunakan dalam hidup ini logika apa perasaan keduanya harus seimbang artinya ketika andamenggunakan logika tanpa perasaan maka andaakan egois, hati jurani akan tertutup, tidak percaya akan adanya tuhan, melanggar moral dan kesepakatan, tidak ada rasa iba dan kasihan terhadap sesama, sedangkan kitika andamengunakan perasaan diatas logika maka bingbang dalam keputusan, memilih secara objektif mana yang benar mana yang salah, keputusan akan di ambil berdasarkan suka dan tidak suka. Seimbangkan keduannya “yang dapat mengendalikan perasaan adalah logika dan yang bisa mengendalikan logika adalah perasaan maka seimbangkan keduanya berdasarkan tujuan hidup andadi dunia”

Ketika perasaan andamendominasi diri andamaka logika andatidak akan berjalan begitupun sebaliknya ketika logika andamendominasi maka perasaan andatidak akan berperan. Nah sekarang bagaimana agar keduanya berfungsi baik dan menghasilkan sesuai yang anda harapkan

Kemampuan mengelola mental adalah sebuah kemampuan menempatkan dimana saat anda mengunakan logika dan perasaan yang pas, contoh diatas ketika andaakan melewati jalan dan di jalan tersebut anda melihat genangan oli atau air di depan sementara keperluan anda adalah harus melewati jalan tersebut, apa yang harus anda lakukan ?  gunakan perasaan untuk kehati hatian dan logika untuk menganalisa bagaimana bisa lewat dengan aman tanpa terjatuh potensi apa yang ada disekitar anda untuk bisa anda gunakan dan melewati jalan tersebut. Lebih lanjut akan terjawab dalam tulisan ini… ikuti terus dan simak secara mendalam apa makna dan pesan dari tulisan ini…

Atlet kompetitif terbesar dalam sejarah, pelempar AS Al Oerter , dianggap sebagai orang yang berkompetisi terbaik, ketika ia Menjadi juara empat kali Olimpiade, ada dua alasan yang sangat baik mengapa ia menang sebagai juara Olimpiade dari 1956 untuk 1968. Pertama, ia menganggap Olimpiade untuk menjadi kontes terbesar penampilan atletik di planet bumi, dan baginya itu benar-benar penting sebagai ujian dirinya bukan hanya sebagai seorang atlet tetapi juga sebagai seorang pria. Kedua yang membuatnya berbeda dari pesaingnya adalah bahwa ia memiliki sikap mental yang positif dan kuat., “Aku tidak pernah berangkat untuk mengalahkan dunia. Saya baru saja berangkat untuk melakukan yang terbaik. ” Dia mampu memaksimalkan kinerja olahraga dari perspektif psikologis sederhana bahwa ia telah merasionalisasi dirinya, dan bekerja. Dia keluarkan seluruh tabungan latihannya saat berlomba.

Mengapa saya katakana tabungan, karena banyak atlet tidak pernah mengenal untuk apa dia berlatih dan apa saja yang sudah dia ambil ketika berlatih untuk tabungan nanti saat berlomba/tanding. Berlatih adalah sebuah proses mengambil keuntungan atau melebihkan kemampuan andauntuk andatampilkan saat berlomba antau bertanding. Kadang kebanyakan atlet melalaikan program latihan dengan alesan cape atau lainnya padahal itu adalah sebuah tindakan atlet tidak mengambik keuntungan untuk menabung.

Pada final 100 meter atletik andaakan mendapatkan petunjuk dengan wajah para pelari saat start mana yang memiliki tabungan yang besar mana yang pas pasan mana yang kurang hal ini bagaimana mereka menangani pengalaman tekanan yang parah.

Psikologi olahraga adalah sebuah seni ilmu pengetahuan yang didalamnya andaakan berhadapat dengan karakter karakter manusia yang menyimpan sejuta misteri yang harus andaungkap secara cepat dan tepat. Penulis akan memberikan sebagai terobosan nyata dalam memahami, menyederhanakan, dan benar-benar masuk ke dalam dunia psikologi olahraga.

Buku ini ditulis terutama untuk atlet, pelatih, manajer tim, dan mahasiswa psikologi olahraga. Hal ini juga membawa banyak pesan penting bagi orang tua dan wali calon atlet. Prinsip yang akan dijelaskan sepurat arena olahraga dan berlaku untuk mereka yang ingin unggul dalam bidang lain, dari usaha manusia: hal ini tidak biasa saat ini untuk teknik psikologi olahraga yang akan diterapkan dalam bisnis dan seni pertunjukan, atau memang setiap lingkungan berorientasi kinerja lainnya.

Hampir semua atlet dan penampil mengakui pentingnya (mental) psikologi; Namun, banyak yang menganggap keadaan pikiran mereka untuk menjadi faktor kinerja mereka yang memiliki sedikit kontrol. Mereka mungkin tidak yakin tentang bagaimana mengembangkan keterampilan psikologis mereka, motivasi, dan ketangguhan mental. Tujuan dari buku ini adalah untuk menyediakan pendekatan terstruktur dan secara teoritis beralasan untuk mengembangkan aspek psikologis pelatihan dan persaingan.  Selain topik yang satu mungkin berharap dalam teks tersebut (misalnya, motivasi, kepercayaan diri, persaingan kecemasan), ada banyak yang unik dan bahan asli yang berasal dari Terapan pengalaman penulis dan penelitian yang dipublikasikan

Atlet sering bertanya-tanya bagaimana cara mengunci ke dalam keadaan mental yang optimal. Mereka yakin Kemungkinannya adalah bahwa penampilan mereka akan jauh lebih konsisten. Mungkin juga lebih mudah bagi mereka untuk mencapai tujuan mereka dan mereka tidak akan pernah perlu untuk meratapi fakta bahwa mereka “tidak dalam mood” atau “tidak merasa fokus.” Pendekatan mental yang positif terhadap persaingan olahraga dapat dicapai melalui pelatihan pikiran dengan menggunakan prinsip yang cukup mirip dengan yang diterapkan ketika melatih tubuh. Bahkan, pikiran menawarkan berbagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk tujuan memaksimalkan kinerja atlet. Konsekuensi dari belajar keterampilan mental adalah bahwa perkembangan mereka bertahap lebih besar yaitu menikmati olahraga. Orang yang menikmati adalah berada dalam suasana senang dan focus.

Tujuan utama dari buku ini adalah untuk memberikan teknik yang memungkinkan atlet untuk mereproduksi keadaan mental yang optimal mereka dan mengembangkan strategi mengatasi bisikan diri, teriakan penonton, kata kata lawan, dan siatuasi yang menyebabkan stres dengancara cepat dan jitu sehingga Atlet bisa tampil dengan optimal sesuai kemampuannya atau tabungan latihannya.

“Apa pun yang terjadi di dalam kepala Anda memiliki kekuatan yang berkaitan dengan seberapa baik Anda akhirnya melakukan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X